Selasa, 07 November 2017

PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN


1.      PENGERTIAN ETIKA
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno “ethos” (jamak: ta etha), yang berarti adat kebiasaan, cara berkipikir, akhlak, sikap, watak, cara bertindak. Kemudian diturunkan kata ethics (Inggris), etika (indonesia). Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988, menjelaskan pengertian etika dengan membedakan tiga arti, yakni: Ilmu tentang apa yang baik dan buruk, kumpulan azas atau nilai, dan nilai mengenai benar dan salah.
Menurut para ahli salah satu nya adalah menurut K. Bertens pengertian Etika adalah nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. dan sedangkan menurut  Menurut W. J. S. Poerwadarminto Etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral).

2.      PRINSIP-PRINSIP ETIKA
1)      Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
2)      Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3)      Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
4)      Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
5)      Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. untuk kebebasan individu disini diartikan sebagai :
1.      kemampuan untuk berbuatsesuatu atau menentukan pilihan
2.      kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihannya tersebut.
3.      kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
6)      Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.


3.      BASIS TEORI ETIKA

1.      Etika Teleologi
Dari kata Yunani  telos = tujuan,  Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi yaitu :
a.       Egoisme Etis 
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
Contoh : Anto yang selalu bekerja keras di dalam perusahaan A untuk mengejar posisi yang tertinggi.

b.      Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
Contoh : Andi di desa nya yang membangun koperasi untuk membantu sebagian masyarakat di desa nya.

2.      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab:‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
Contoh : Andi yang beragama islam harus melakukan ibadah yang sesuai di ajarkan.


3.       Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
Contoh : Seorang pegawai yang menerima gaji tiap bulannya sebagai haknya dia

4.      Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh  :
· Kebijaksanaan : Seorang pemimpin perusahaan yang harus bijak mengambil keputusan di dalam perusahaan
· Keadilan      : Orang tua yang mempunyai 2 anak , mereka harus bias adil memperlakukan anak mereka agar tidak ada iri hati
·   Suka bekerja keras:Andi yang bekerja keras demi mencapai cita-citanya
·  Hidup yang baik :Andi yang beragama islam harus mempunyai hidup yang baik dimana pun berada.

4.      EGOISME

Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah "egois".
Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya – intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umunya dan hanya memikirkan diri sendiri.

Ada dua jenis Egoisme yaitu :
1.      Egoisme Etis
Egoisme Etis adalah pandangan bahwa :
a.       Setiap pribadi hendaknya bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan sendiri.
b.      Hedonisme etis egois yaitu kesejahteraan tertinggi dalam hidup semestinya untuk memperoleh sebanyak-banyaknya kepuasaan (kenikmatan, tujuan, hasrat, kebutuhan) bagi diri sendiri.
c.       eudemonisme etis egois yaitu dimana sukses dan kebahagiaan diri sendiri hendaknya menjadi nilai pertama dan terakhir dan semua nilai lainnya datang darinya.


2.      Egoisme psikologis
mengacu pada :
a.       Tesis bahwa semua individu pada kenyataannya sungguh-sungguh mencari kepentingan sendiri pada setiap waktu, tidak ada tindakan yang seluruhnya tidak bersifat ingat diri.
b.      Teori bahwa semua tindakan manusia, sadar atau tidak sadar digerakkan oleh suatu hasrat akan kesejahteraan dan kepuasaan diri sendiri, bahwa seseorang bertindak demi kepentingan orang lain, itu hanya tampaknya saja.


Opini :
Jadi, setelah membahas uraian mengenai etika diatas maka etika adalah suatu ilmu tentang apa yang baik dan buruk, sekumpulan azas ataupun nilai dan nilai mengenai benar dan salah. Etika sangat diperlukan oleh setiap manusia karena etika merupakan suatu pedoman yang diperlukan dalam bersosialisasi dengan sesama individu maupun kelompok. dan pada dasarnya memang setiap manusia memiliki perbedaan karakter dan watak namun etika yang baik haruslah kita miliki terutama sebelum seseorang terjun didalam dunia kerja, kita harus belajar bagaimana beretika yang baik bersama teman, orangtua dan lingkungan sekitar. Pada ke 6 Prinsip uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa dasar dalam pengembangan suatu nilai-nilai etika maupun kode etik dalam hubungan antar individu dan masyarakat dan lain sebagainya sangatlah diperlukan.








Sumber :










Tidak ada komentar:

Posting Komentar