Alasan
saya memilih akuntansi dan Manfaat yang saya harapkan dari ilmu akuntansi dalam
kehidupan saya.
Kenapa saya memilih akuntansi ?
Karena
saya dari sekolah menengah kejuruan , saya masuk pada jurusan akuntansi, ya pada awalnya saya
memilih jurusan rekayasa perangkat lunak tapi saya tidak masuk dan akuntansi
lah yang menjadi pilihan kedua saya, dan akhirnya saya masuk pada jurusan akuntansi
tersebut , ternyata selama saya mempelajari akuntansi saya sangat enjoy tidak
ada problem, yaa meskipun sedikit bikin pusing yaa J
tapi itu bukan masalah bagi saya, niat yang sangat matang saya mucul ketika
saya melaksanakan praktik kerja industri (PRAKERIN), saat itu saya
melakaanakannya di sebuah perusahaan dan ditempat kan pada bagian finance
accounting, disitu lah saya banyak pengalaman, sebenarnya niat awal saya, saya
ingin menjadi seorang arsitektur karena hobby saya sejak kecil suka menggambar,
namun saya mempunyai dua pilihan , apa bila suatu saat nanti saya melanjutkan
ke perguruan tinggi saya tidak bisa masuk pada jurusan tersebut saya bisa
memilih jurusan akuntansi , karena memasuki perguruan tinggi negeri lumayan
sulit apalagi saya dari smk akuntansi lalu memasuki jurusan arsitektur, hmm
jangan terlalu berharap mungkin yaa, tapi Allah memberi jalan lain mungkin
memang saya harus meneruskan ilmu akuntansi yang sudah saya dapat dari sekolah
menengah kejuruan, untuk melanjutkannya kejenjang yang lebih tinggi . saya juga
mempunyai sebuah cita-cita yang apabila saya tidak menjadi seorang arsitektur
saya harus bisa menjadi seorang wanita karir. J ingat apapun
yang kalian lakukan haruslah berfikir secara matang dan dengan niat yang
sungguh-sungguh. Agar kelak ilmu yang kita punya dapat berguna bagi yang
membutuhkannya.
Itu lah kenapa saya memilih jurusan akuntansi .
Manfaat yang saya harapkan dari ilmu akuntansi ini
dalam kehidupan saya ,
Saya berharap usaha saya, ilmu yang saya dapat, bisa
berguna kelak saya setalah lulus sarjana, dan bisa bermanfaat bagi yang
membutuhksnnys , perjuangan saya tidak ada apa-apa nya tanpa dukungan kedua
orangtua. Dan niat yang matang.
Jenis-jenis
bidang akuntansi.
1.
Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Bidang ini berkaitan dengan akuntansi
untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Bidang ini berhubungan
dengan pelaporan keuangan untuk pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan
yang dihasilkan bersifat serba guna (general purpose). Akuntansi Keuangan adalah bidang Akuntansi yang kegiatannya meliputi pencatatan
kegiatan finansial yang bertujuan untuk dapat menyajikan laporan keuangan yang
meliputi neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal atau laporan
laba ditahan selama jangka waktu tertentu. Laporan keuangan ini dapat
dimanfaatkan oleh pihak- pihak yang membutuhkan sebagai informasi guna
pengambilan keputusan dan kebijakan yang rasional dan relevan.
2. Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)
Pemeriksaan Akuntansi (auditing) adalah bidang Akuntansi yang melaksanakan
kegiatan pemeriksaan terhadap hasil pencatatan dan laporan keuangan suatu
badan, baik perusahaan maupun pemerintah. Bidang ini berhubungan dengan
audit secara bebas terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansi
keuangan. Walaupun tujuan utama audit adalah agar informasi akuntansi
yang disajikan dapat dipercaya namun terdapat tujuan lainnya
seperti ketaatan terhadap kebijakan, prosedur serta menilai
efesiensi dan efektifitas suatu kegiatan. Konsep yang mendasari auditing
adalah objektifitas dan independensi dari pemeriksa serta kerahasiaan serta
pengumpulan bukti-bukti yang cukup relevan.
3. Akuntansi Manajemen
(Management Accounting)
Akuntansi Manajemen adalah bidang Akuntansi yang bertujuan memberikan
informasi kepada manajemen dalam menjalankan usahanya. Banyak hal yang terdapat
dalam Akuntansi Biaya yang data-datanya dimanfaatkan oleh Akuntansi Manajemen.
Jadi, meskipun kedua bidang akuntansi ini berbeda tujuannya, namun dalam
pelaksanaannya dapat dilakukan secara bersamaan
Beberapa kegunaan akuntansi manajemen adalah
mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai
alternatif dalam pengambilan keputusan. Pengendalian perusahaan melalui
aktivitas yang dijalankan (activity based management) merupakan tren
baru dalam akuntansi manajemen.
4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi Biaya adalah bidang Akuntansi yang mencatat dan menghitung
serta menganaiisis data biaya pada perusahaan industri dalam usaha menentukan
besalnya harga pokok produksi suatu barang atau produk. Untuk itu dengan
Akuntansi Biaya akan didapatkan laporan harga untuk menyusun laporan keuangan.
Bidang ini menekankan pada penetapan
dan kontrol atas biaya. Akuntansi biaya telah mengarahkan
pada penetapan biaya berdasarkan aktivitas (activity based
costing). Fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan
menganalisis data mengenai biaya, baik biaya yang telah maupun yang
akan terjadi.
5. Akuntansi Perpajakan
Perpajakan adalah bidang Akuntansi yang
menekankan pada masalah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan atau
perseorangan kepada pemerintah. Dalam perpajakan akan dibahas tentang
hukum-hukum dan perhitungan-perhtiungannya dalam usaha menetapkan besamya pajak
tersebut.
6. Peranggaran (Budgeting)
Peranggaran adalah bidang Akuntansi yang melakukan kegiatannya dengan
menyusun anggaran, baik pendapatan maupun biaya atas dasar. pedoman-pedoman
tertentu maupun standar dari suatu badan. Anggaran merupakan pedoman bagi
perusahaan, perorangan atau pemerintah dalam melakukan kegiatan finansialnya di
masa yang akan datang.
Bidang ini berhubungan dengan
penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu
tertentu di masa datang serta analisis dan pengawasannya. Anggaran adalah
sarana untuk menjabarkan tujuan perusahaan. Anggaran berisi rencana
kegiatan yang akan dilaksanakan serta nilai uangnya di masa datang.
7. Akuntansi Pemerintahan (Governmental
Accounting)
Akuntansi Pemerintahan adalah bidang Akuntansi Keuangan yang diterapkan di
lembaga pemerintahan. Akuntansi Pemerintahan ini bertujuan untuk menyajikan
laporan keuangan, pengendalian dan pengawasan keuangan pemerintah/negara.
Akuntansi pemerintahan diharapkan dapat mengatur administrasi keuangan negara
dengan baik’
Bidang ini mengkhususkan diri
dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi di
badan pemerintahan. Akuntansi pemerintahan menyediakan
laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan dari
administrasi keuangan negara.
8. Sistem Akuntansi (Accounting System)
Sistem Akuntansi adalah bidang Akuntansi yang melaksanakan kegiatan dengan
merancang cara melakukan pencatatan akuntansi supaya aman, efektif dan efisien,
mulai dari mengorganisir dokumen, formulir-formulir dan menyusun prosedur
pencatatannya.
Pengertian
laporan keuangan dan syarat-syarat yang harus ada dalam laporan keuangan.
Laporan
keuangan adalah
catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode
akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja
perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
·
Neraca
·
Laporan laba
rugi komprehensif
·
Laporan
perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus
kas atau laporan arus dana
·
Catatan dan
laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari
laporan keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran
posisi keuangan adalah aset, kewajiban,dan ekuitas.
Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba
rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi
keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba
rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.
Laporan keuangan akan lebih bermanfaat apabila
memenuhi syarat-syarat seperti dibawah ini:
1. Relevan :
Data yang diolah dan disajikan dalam laporan keuangan hanyalah data yang ada
kaitannya dengan transaksi yang bersangkutan. Data yang tidak perlu diungkapkan
dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan perusahaan tidak perlu disajikan.
2. Jelas
dan dapat dimengerti : Informasi keuangan yang disajikan dalam laporan
keuangan harus ditampilkan dengan cara sedemikian rupa hingga jelas dapat
dipahami dan dimengerti oleh semua pembaca laporan keuangan. Dengan demikian,
para pemakai laporan keuangan dapat mengambil keputusan yang relevan dari
informasi yang dibaca.
3.
Dapat diuji kebenarannya : Data dan informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan harus dapat ditelusuri kepada bukti asalnya, baik dalam bentuk dokumen
dasar, formulir berharga, maupun fisik aktiva bersangkutan. Semua data dan
informasi yang disajikan harus dapat dipertanggungjawabkan oleh manajemen
perusahaan.
4. Netral :
Laporan keuangan haruslah disajikan untuk dapat dipergunakan oleh semua pihak.
Laporan keuangan tidak ditujukan untuk memenuhi pihak-pihak tertentu, sehingga
harus dibuat lebih dari satu macam laporan keuangan sesuai dengan kebutuhan
informasi para pemakai. Laporan keuangan yang disajikan harus dibuat tidak bias
atau harus netral sehingga semua pihak dapat mempergunakannya.
5. Tepat
waktu : Laporan keuangan harus memiliki periode pelaporan, sehingga jelas
batas pelaporan dari posisi harta, hutang, modal, pendapatan, dan biaya dari
perusahaan yang akan dilaporkan. Waktu penyajiannya harus dinyatakan dengan
jelas dan disajikan dalam batas waktu yang wajar, dalam arti tidak terlalu
terlambat sehingga dapat digunakan oleh manajemen untuk mengambil keputusan
yang sifatnya manajerial maupun teknikal.
6. Dapat
diperbandingkan : Laporan keuangan yang disajikan harus dapat
diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya sebagai dasar untuk mengikuti
perkembangan arah (trend) dari harta, hutang, modal, pendapatan, serta biaya.
Dasar dari laporan yang dapat diperbandingkan adalah penerapan prinsip
akuntansi secara konsisten.
7. Lengkap : Data yang disajikan dalam
informasi akuntansi, baik dalam neraca, ikhtisar laba-rugi, maupun ikhtisar
posisi keuangan, haruslah lengkap sehingga tidak memberikan informasi yang
menyesatkan bagi para pemakai laporan keuangan. Keutuhan data akuntansi
merupakan syarat mutlak bagi tercapainya azas relevan.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar