ALASAN
MENGAPA MANAJEMEN PERMASARAN SERING
DISEBUT JUGA MANAJEMEN PERMINTAAN
Manajemen Pemasaran disebut juga sebagai Permintaan karena adanya suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian
dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan
mempertahankan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi.
Manajemen pemasaran meliputi mengatur permintaan, yang
selanjutnya mencakup mengatur hubungan dengan pelanggan.
Definisi ini mempunyai beberapa
pengertian penting mengingat :
1) Seluruh sistem dari kegiatan
bisnis harus berorientasi ke pasar atau konsumen.
2) Keinginan konsumen harus
diketahui dan dipuaskan secara efektif.
3) Pemasaran adalah proses bisnis
yang dinamis karena merupakan sebuah proses integral yang menyeluruh dan bukan
gabungan aneka fungsi dan pranata yang terurai.
4) Program pemasaran dimulai dengan
sebutir gagasan produk dan tidak terhenti sampai keinginan konsumen benar-benar
terpuaskan, mungkin beberapa waktu setelah penjualan dilakukan.
5) Untuk berhasil pemasaran harus
memaksimalkan penjualan yang menghasilkan laba dalam jangka panjang.
Kegiatan pemasaran agar supaya
dapat berjalan sesuai dengan tujuannya maka diperlukan adanya kegiatan
manajemen atau manajerial. Kegiatan manajerial yang utama adalah :
Ø
perencanaan,
Ø
organisasi,
Ø
koordinasi kerja,
Ø
pengawasan
Adapun tugas manajer pemasaran
adalah :
1. Perencanaan terhadap kegiatan
pemasaran
2. Menggiatkan pelaksanaan kegiatan
pemasaran
3. Pengendalian kegiatan pemasara
PEBEDAAN
KEBUTUHAN DAN KEINGINAN BERDASARKAN KONSEP INTI PEMASARAN
Ø
Kebutuhan
adalah suatu keadaan yang dirasakan tidak ada dalam diri seseorang. Manusia
memiliki kebutuhan yang kompleks dan bertingkat,yaitu; kebutuhan fisik,
keamanan dan keselamatan, sosial, penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan ditentukan oleh tingkat kebutuhan
mana yang paling mendesak. Apabila salah satu tingkat kebutuhan telah terpenuhi
maka ia akan berhenti sebagai faktor motivator.
Ø
Keinginan
merupakan kebutuhan manusia yang dihentuk oleh budaya dan kepribadian
individu. Akibat perbedaan corak budaya yang beraneka ragam maka keinginan
seseorang akan dipengaruhi oleh lingkungan sosial budayanya. Keinginan manusia
bersifat tak terbatas, sedangkan sumber-sumber untuk memenuhi keingian tersebut
bersifat terbatas.
PEBEDAAN
PASAR DENGAN PEMASARAN
PENGERTIAN
PASAR
Pengertian “pasar” semula
adalah tempat dimana pembeli dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang-
barang mereka atau lebih jelasnya tempat pertemuan pembeli dan penjual. Ekonom
menggunakan istilah tersebut untuk mengacu pada sekumpulan pembeli dan penjual
yang melakukan transaksi atas produk atau kelas produk tertentu. Pengertian
pasar menurut konsep pemasaran dipandang sebagai sasaran atau tujuan kegiatan
pemasaran . oleh karena itu, pengertian menurut konsep pemasaran bukan bersifat
tempat yang statis.Pengertian pasar menurut pemasaran adalah:
Pasar adalah kelompok individual
(perorangan maupun organisasi) yang mempunyai permintaan terhadap barang
tertentu, berdaya beli, dan berniat merealisasikan pembelian tersebut.
Pasar terdiri dari semua pelanggan
potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang sama. Yang
mungkin bersedian dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan
dan keinginan itu.
Atas dasar perilaku tujuan
pembeliannya, pasar dibedakan menjadi dalam dua kelompok. Yaitu pasar konsumen
akhir (end users) dan pasar konsumen antara (intermediate consumers).
Pasar konsumen akhir sering hanya
disebut sebagai pasar konsumen, meliputi pribadi atau rumah tangga. Tujuan
pasar konsumen mengkonsumsi barang adalah untuk keprluan sendiri dan untuk
rumah tangganya.pasar konsumen antara sering dikenal sebagai pasar produsen,
pasar industrial atau pasar organisasional. Tujuan pasar industrial
mengkonsumsi barang adalah untuk keperluan (diproses atau dijual) pihak lain.
PENGERTIAN
PEMASARAN
Jika harus mendefinisikan pemasaran,
kebanyakan orang, mengatakan pemasaran artinya “penjualan” atau “periklanan”.
Penjualan atau periklanan hanyalah “the tip of the marketing iceberg”.
Penjulan atau periklanan hanyalah salah satu dari erbagai fungsi pemasaran, dan
seringkali bukan merupakan bagian terpenting.
Pemasaran dalam pengertiannya yang
lebih luas,
didefinisikan sebagai semua kegiatan yang dirancang untuk mendorong dan
mengelola segala pertukaran untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan kita.
Dari perspektif bisnis yang lebih
sempit pemasaran
dapat didefinisikan sebagai sebuah keseluruhan sistem kegiatan bisnis yang
dirancang untuk menyediakan sesuatu bagi kelompok, individu, atau organisasi
yang memuaskan mereka, guna mencapai tujuan organisasi. Oeh karena itu,
pemasaran dalam situasi bisnis bersifat dapat dikelola, merupakan suatu sistem,
melibatkan produk, promosi, penetapan harga, dan distribusi (yang perlu di
koordinasi), dan dirancang untuk memberikan sesuatu yang memuaskan atau nilai
kepada suatu kelompok (pasar sasaran), dan dalam rangka mencapai tujuan
organisasi/ individu).
Asosiasi Pemasaran Amerika
menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan seperangkat
proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada
pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan
organisasi dan para pemilik sahamnya.
Definisi pemasaran yang paling
sesuai secara umum adalah
suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Definisi pemasaran ini bersandar
pada konsep inti berikut: kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan
(demands); produk (barang, jasa, dan gagasan); nilai, biaya, dan kepuasan;
pertukaran; dan transaksi; hubungan dan jaringan; pasar; serta pemasar dan
prospek.
Jika harus mendefinisikan pemasaran,
kebanyakan orang, mengatakan pemasaran artinya “penjualan” atau “periklanan”.
Penjualan atau periklanan hanyalah “the tip of the marketing iceberg”.
Penjulan atau periklanan hanyalah salah satu dari erbagai fungsi pemasaran, dan
seringkali bukan merupakan bagian terpenting.
Pemasaran dalam pengertiannya yang
lebih luas,
didefinisikan sebagai semua kegiatan yang dirancang untuk mendorong dan
mengelola segala pertukaran untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan kita.
Dari perspektif bisnis yang lebih
sempit pemasaran
dapat didefinisikan sebagai sebuah keseluruhan sistem kegiatan bisnis yang
dirancang untuk menyediakan sesuatu bagi kelompok, individu, atau organisasi
yang memuaskan mereka, guna mencapai tujuan organisasi. Oeh karena itu,
pemasaran dalam situasi bisnis bersifat dapat dikelola, merupakan suatu sistem,
melibatkan produk, promosi, penetapan harga, dan distribusi (yang perlu di
koordinasi), dan dirancang untuk memberikan sesuatu yang memuaskan atau nilai
kepada suatu kelompok (pasar sasaran), dan dalam rangka mencapai tujuan
organisasi/ individu).
Asosiasi Pemasaran Amerika
menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan seperangkat
proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada
pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan
organisasi dan para pemilik sahamnya.
Definisi pemasaran yang paling
sesuai secara umum adalah
suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Definisi pemasaran ini bersandar
pada konsep inti berikut: kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan
(demands); produk (barang, jasa, dan gagasan); nilai, biaya, dan kepuasan;
pertukaran; dan transaksi; hubungan dan jaringan; pasar; serta pemasar dan
prospek.
Pasar adalah
Individu atau kelompok maupun organisasi yang mempunyai kebutuhan, berdaya
beli, dan merealisasikan kebutuhan tersebut sebagai permintaan atas barang atau
jasa.
Dan
pemasaran adalah proses dimana individu/ kelompok memperoleh apa yang mereka
inginkan dengan menyediakan sesuatu kebutuhan, menetapkan harga,
mendistribusikan,
BAURAN
PEMASARAN (MARKETING MIX)
Bauran pemasaran
atau marketing mix adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat
dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan
pemasaran dalam pasar sasaran.
Jadi,
bauran pemasaran terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan
digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar
sasarannya.
Bauran
pemasaran terdiri dari 4 komponen, yaitu :
1.
Produk
2.
Harga
3.
Distribusi
4.
Promosi.
Keempat
bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1.
Product (produk)
adalah segala sesuatu yang ditawarkan
kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat
terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging,
sizes, services, warranties, and returns.
2.
Price (harga)
adalah sejumlah uang yang konsumen
bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last
price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.
3.
Place (tempat)
adalah berbagai kegiatan perusahaan
untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar
sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments,
locations, inventory, and transport.
4.
Promotion (promosi)
adalah berbagai kegiatan perusahaan
untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel
promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public
relation, and direct marketing.
Namun
dalam pengembangannya 4 komponen
Bauran Pemasaran (marketing mix) mengalami perkembangan. Pakar marketing
yaitu Lovelock dan Wright mengembangkan bauran pemasaran (marketing mix)
menjadi integrated service management dengan
menggunakan pendekatan 8Ps,
yaitu: product elements,
place, cyberspace, and time, promotion and education, price and other user
outlays, process, productivity and quality, people, and physical evidence.
1.
Product elements adalah semua
komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi pelanggan.
2.
Place, cyberspace, and time adalah keputusan
manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik
kepada pelanggan.
3.
Promotion and education adalah semua
aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun persepsi
pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang perusahaan
berikan.
4.
Price and other user outlays adalah
pengeluaran uang, waktu, dan usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan
mengkonsumi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan atau sajikan.
5.
Process adalah suatu
metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyajikan
produk dan layanan yang baik kepada pelanggan.
6.
Productivity and quality, produktivitas adalah sejauhmana
efisiensi masukan-masukan layanan ditransformasikan ke dalam hasil-hasil
layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan, sedangkan kualitas adalah
derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi
kebutuhan, keinginan, dan harapan.
7.
People adalah pelanggan dan karyawan yang
terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan (service production).
8.
Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang
diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar